Jumat, 02 Januari 2015

BIMBINGAN DAN KONSELING KARIR



BAB II
KERANGKA KONSEPTUAL

2.1  Pengertian, Tujuan, Asas, Manfaat Bimbingan dan Konseling Karir
2.1.1        Pengertian Bimbingan dan Konseling Karir
Bimbingan karir ( vocational guidance ) merupakan salah satujenis bimbingan yang berusaha membantu siswa dalam memecahkan masalah karir untuk memperoleh penyesuaian diri yang sebaik-baiknya, baik pada waktu itu maupun masa yang akan datang. ( Anas, 2010 : 115). Bimbingan karir bukan hanya memberikan bimbingan jabatan, tetapi mempunyai arti luas yaitu memberikan bimbingan agar siswa dapat memasuki kehidupan, tata hidup dan kejadian dalam kehidupan dan mempersiapkan diri dari kehidupan sekolah menuju dunia kerja. Menurut Donald D. Super (1975) mengartikan bimbingan karir sebagai suatu proses membantu pribadi untuk mengembangkan penerimaan kesatuan dan gambaran diri serta perannya dalam dunia kerja.
 Bimbingan Bimbingan karir ialah proses membantu sseorang untuk mengerti dan menerima gambaran tentang diri pribadinya dan gambaran tentang dunia kerja diluar dirinya, mempertemukan gambaran-gambaran tentang diri tersebut dengan dunia kerja itu untuk pada akhirnya dapat memilih biang pekerjaan, menyiapakan diri untuk bidang pekerjaan, memasuki pekerjaan, membina karir dalam bidang tersebut (Rochman, Natawidjaja, 1980 : 1)

2.2.2        Tujuan Bimbingan Karir
Menurut Moh Surya, 1981 : 3 - 4 tujuan bimbingan karir adalah sebagai berikut :
1.      Dapat menilai dan memahami dirinya terutama mengenai potensi dasar, minat, sikap, dan kecakapan.
2.      Mempelajari dan mengetahui berbagai jenis pekerjaan yang berhubungan dengan potensi dan minatnya.
3.      Mempelajari dan mengetahui tingkat kepuasan yang mungkin dapat dicapai dari suatu pekerjaan.
4.      Memiliki sikap positif dan sehat terhadap dunia pekerjaan.
5.      Memperoleh pengerahan mengenai semua jenis pekerjaan yang ada di lingkungannya.
6.      Mempelajari dan mengetahui jenis-jenis pendidikan atau latihan yang dapat diperlukan untuk suatu pekerjaan tertentu.
7.      Dapat memberikan penilaian pekerjaan secara tepat
Menurut Bimo Walgito 2010 : 202 secara rinci tujuan dari bimbingan karir adalah :
1.      Dapat memahami dan menilai dirinya sendiri terutama yang kaitan dengan potensi yang ada dalam dirinya mengenai kemampuan, minat, bakat, sikap, dan cita-citanya.
2.      Menyadari dan memahami nilai-nilai yang ada dalam dirinya dan yang ada dalam masyarakat.
3.      Mengetahui berbagai jenis pekerjaan yang berhubungan dengan potensi yang ada dalam dirinya, mengetahui jenis-jenis pendidikan dan latihan yang diperlukan bagi suatu bidang tertentu serta memahami hubungan usaha dirinya yang sekarang dengan masa depannya.
4.      Menemukan hambatan-hambatan yang mungkin timbul, yang disebebkan oleh dirinya sendiri dan faktor lingkungan serta mencari jalan untuk dapat mengatasi hambatan-hambatan tersebut.
5.      Dapat merencanakan masa depannya, serta menemukan karir dan kehidupannya yang serasi atau sesuai.

2.2.3        Asas Bimbingan dan Konseling Karir
Dalam pelaksanaannya bimbinngan karir memegang asas-asas sebagai berikut :
1.      Pelaksanann bimbingan karir disekolah harus didasarkan kepada hasil penelusuran yang cermat terhadap kemampuan dan minat siswa serta pola dan jenis karir dalam masyarakat.
2.      Pemilihan dan penentuan jenis bidang karir didasarkan pada keputusan siswa sendiri melalui penelusuran kemampuan dan minat serta pengenalan karir dalam masyarakat, baik karir yang telah berkembang maupun karir yang mungkin dapat dikembangkan dalam masyarakat.
3.      Pelaksanan bimbingan karir harus merupakan suatu proses yang berjalan terus mengikuti pelaksanaan progam pendidikan di sekolah dan juga sebaiknya setelah tamat sekolah.
4.      Pelaksanann bimbingan karir harus merupakan perpaduan pendayagunaan setinggi-tingginya potensi siswa dan potensi lingkungan.
5.      Pelaksanann bimbingan karir jangan sampai menimbulkan tambahan beban pembiayaan yang berlebihan.
6.      Pelaksanaan bimbingan karir harus menjalin hubungan kerja sama antara sekolah dengan unsure-unsur diluar sekolah dan bersifat saling menunjang fungsi masing-masing, serta mengarah kepada pencapaian tujuan pembinaan generasi muda yang diharapkan.

2.2.4        Manfaat Bimbingan dan Konseling Karir
1.      Bimbingan karir dapat memberikan nilai-nilai pribadi dan sosial kepada individu.
2.      Adanya kebutuhan individu untuk bekerja setelah ia menyelesaikan sekolah.
3.      Bimbingan karir dapat dipakai sebagai alat untuk mengetahui potensi dari individu yang bersangkutan.
4.      Mengurangi kemungkinan ketidakcocokkan dalam pekerjaan.
5.      Bimbingan karir lebih menitikberatkan pada perencanaan kehidupan.

2.2.5        Standar Prosedur  Operasional (SPO) Kegiatan
“Standar prosedur operasional kegiatan dalam penyusunan program meliputi 4 tahap yaitu perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, dan penilaian” (Supriyo, 2010:77). Secara rinci tahap-tahap tersebut sebagai berikut:
1. Perencanaan
Pada tahap perencanaan hal-hal yang harus dikerjakan pengembang program adalah sebagai berikut:
1)      Meneliti kebutuhan konseli
2)      Mengklasifikasikan tujuan-tujuan yang ingin dicapai
3)      Membuat batasan jenis program yang akan dibuat
4)      Meneliti jenis-jenis program yang sudah ada
5)      Mengupayakan dukungan dan kerjasama dari staf sekolah, orang tua dan masyarakat
6)      Menentukan prioritas program
2.      Penyusunan program
Pada tahap ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pengembang program adalah:
1)      Merumuskan tujuan-tujuan program secara operasional dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang dapat diukur hasilnya
2)      Memilih strategi pelaksanaan program yang sesuai dengan kondisi dan situasi sekolah yang bersangkutan
3)      Menjabarkan komponen-komponen program
4)      Menganalisis kemampuan staf sekolah
5)      Mengadakan peningkatan kemampuan atau pengembangan staf pelaksana program
3.      Pelaksanaan program
Pada tahap ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1)      Mengidentifikasi sumber-sumber yang diperlukan yang meliputi manusia, sarana, prasarana, dan waktu
2)      Membuat instrumen pengukuran keberhasilan pelaksanaan program
3)      Melaksanakan program dan menyesuaikan program dengan pelaksanaan program-program sekolah yang lain
4)      Mengadakan perubahan atau perbaikan program berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan
4.      Penilaian program
Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah:
1)        Menentukan komponen-komponen program yang akan dinilai
2)        Memilih model penilaian program yang akan digunakan
3)        Memilih instrumen penilaian
4)        Menentukan prosedur pengumpulan data
5)        Menciptakan sistem monitoring pelaksanaan program
6)        Menyajikan data, analisis, dan laporan hasil penilaian.
Karena praktik bimbingan karir ini menggunakan layanan bimbingan klasikal, maka secara garis besar perencanaan pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
1.      dentifikasi Kebutuhan
Supaya mengetahui kebutuhan dan masalah individu, dapat dilakukan berbagai instrumen, seperti menggunakan alat ungkap masalah baik menggunakan cek list ataupun kuesioner. Berdasarkan pengumpulan data tersebut kemudian ditabulasi setelah itu dianalisis kebutuhan atau masalah apa saja yag menimpa individu tersebut. Berdasarkan hasil analisis ini selanjutnya disusun perencanaan program bimbingan dan konseling.
2.      Menentukan Karakteristik Sekolah
Program yang akan disusun harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah, seperti apakah sekolah tersebut, negeri atau swasta sekolah tersebut, berada di desa atau kota sekolah tersebut, dan lain sebagainya. Hal ini tentu saja sangat penting guna layanan bimbingan dan konseling tersebut dapat sesuai dengan keadaan sekolah.
3.      Menentukan Skala Prioritas
Berdasarkan analisis kebutuhan di atas, masalah yang bersifat penting dan mendesak perlu mendapatkan perhatian khusus untuk segera mendapatkan layanan bombingan dan konseling.
4.      Menentukan Program Tahunan
Program tahunan yaitu keseluruhan layanan bimbingan dan konseling yang akan diberikan selama setahun. Program ini merupakan jabaran secara rinci dari serangkaian layanan bimbingan dan konseling yang menjadi tanggung jawabnya.
5.      Menentukan Program Semesteran
Program semesteran didasarkan pada program tahunan sehingga dapat diketahui dan direncanakan kegiatan apa yang akan dilakukan selama satu semester.
6.      Menentukan Program Bulanan, Mingguan, dan Harian.
Program ini mengacu pada program yang sudah dijabarkan dalam program tahunan dan semesteran. Sehingga akan tampak jelas apa yang dilakukan setiap harinya.

0 komentar:

Posting Komentar

Tulis komentar yang sopan yah..?? ^_^