Jumat, 02 Januari 2015

SKALA PENGUKURAN DAN INSTRUMEN PENELITIAN



Iklim Kerja Organisai
1.      Otonomi dan fleksibilitas
2.      Menaruh kepercayaan dan terbuka
3.      Simpatik dan member dukungan
4.      Jujur dan menghargai
5.      Kejelasan tujuan
6.      Pekerjaan yang resiko
7.      Pertumbuhan kepribadian



1.      Instrument yang diperlukan untuk mengungkapkan variabel gaya kepemimpinan kepala sekolah tertentu. Sumber data nya adalah guru dan karyawan. Bentuk angket nya adalah multiple choice.
Contoh  pertanyaan :                       
1.      Apakah Lepala Sekolah menjelaskan tugas-tugas yang harus dikerjakan guru ?
a.       Tidak pernah
b.      Jarang sekali
c.       Sering
d.      selalu
Instrument tentang gayakepemimpinan itu dikembangkan dari teori kepemimpinan situasional. Oleh karena itu gaya kepemimpinan yang baik, tergantung pada situasinya. Dengan instrument tentang gaya kepemimpinan kepala sekolah itu, maka akan dapat digunakan untuk mengukur kualitas gaya kepemimpinan seseorang atau kelompok orang pada lembaga tertentu. Sebaik apa gaya yang ditampilkan oleh seseorang akan dapat diukur dan diketahui secara kuantitatif.
Item-item instrument gaya kepemimipinan itu sifatnya masih umum, untuk lebih spesifiknya maka item-item tersebut perlu dikaitkan dengan tugas-tugas kepemimpinan sehari-hari. Menilai pemimpin akan lebih objektif bila sumber datanya menggunakan berbagai kelompok yang terlibat dengan pekerjaan pimpinan. Untuk itu maka akan objektif bila sumber data nya adalah :
1.      Para guru
2.      Murid/mahasiswa
3.       Atasan (bila ada)
4.      Yang bersangkutan (pemimpin menilai dirinya sendiri)
2.      Instrument yang diperlukan untuk mengungkapkan variabel situasi kepemimpinan dari satu lembaga. Sumber data nya adalah para pegawai. Bentuk instrumennya adalah checklist, untuk itu dapat digunakan sebagai pedoman o bservasi, wawancara maupun sebagai angket.


Contoh checklist nya :
No
Pertanyaan tentang situasi kepemimpinan
S
SB
SK
TA
1.
Apakah para guru dan karyawan member dukungan kepada kepala sekolah ?




Ket :
S : Semuanya ; SB : sebagian besar ; SK : sebagian kecil ; TA : tidak ada
3.      Instrument untuk mengungkapkan iklim kerja organisasi sekolah. Bentuk instrument ratingscale. Dapat digunakan untuk pedoman observasi, wawancara, dan sebagai angket . sumber datanya para pegawai
Contoh ratingscale  nya:

No
Pertanyaan tentang iklim kerja organisasi
Tingkat persetujuan
1.
Terdapat fleksibilitas dalam menggunakan waktu dan sumber-sumber untuk mencapai tujuan sekolah
4
3
2
1
Ket :
4 berarti sangat setuju                 = baik sekali
3 berarti setuju                             = cukup baik
2  berarti tidak setuju                   = tidak baik
1 berarti sangat tidak setuju         = sangat tidak baik
Bentuk-bentuk instrument mana yang akan dipilih tergantung beberapa faktor, diantaranya adalah teknik pengumpulan data yang akan digunakan. Bila akan menggunakan angket maka bentuk pilihan ganda lebih komunikatif, tetapi tidak hemat kertas dan instrument menjadi tebal sehingga responden malas untuk menjawabnya. Bentuk checklist dan ratingscale dapat digunakan sebagai pedoman observasi maupun wawancara. Kapan ketiga metode pengumpulan data ini digunakan ?
1.      Angket digunakan bila responden jumlahnya besar dpat membaca dengan baik dan dapat mengungkapkan hal-hal yang sifat nya rahasia
2.      Observasi digunakan bila objek penelitian bersifat perilaku manusia,  proses kerja, gejala alam, responden kecil
3.      Wawancara digunakan bila ingin mengetahui hal-hal dari responden secara lebih mendalam serta jumlah responden kecil
4.      Gabungan ketiganya digunakan bila ingin mendapatkan data yang lengkap, akurat dan konsisten.
E. Validitas dan Reliabilitas Instrumen
Dalam hal ini perlu dibedakan antara hasil penelitian yang valid dan reliable dengan instrument yang valid dan reliable. Hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Kalau dalam objek berwarna merah, sedangkan data yang terkumpul memberikan data berwarna putih maka hasil penelitian tidak valid. Selanjutnya hasil penelitian yang reliable, bila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda. Kalau dalam objek kemarin berwarna merah, maka sekarang dan besok tetap berwarna merah.
Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Meteran yang digunakan untuk mengukur panjang dengan teliti, karena meteran memang alat untuk mengukur panjang. Meteran tersebut menjadi tidak valid jika dihunakan untuk mengukur beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Alat ukur panjang dari karet adalah contoh instrument yang tidak reliable/konsisten.
Dengan menggunakan instrument yang valid dan reliable dalam pengumpulan data, maka diharapkan hasil penelitian akan menjadi valid dan reliable. Jadi instrument yang valid dan reliable merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan reliable. Hal ini tidak berarti bahwa dengan menggunakan instrument yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, otomatis hasil (data) penelitian menjadi valid dan reliable. Hal in masih akan dipengaruhi oleh kondisi objek yang diteliti., dan kemampuan orang yang menggunakan instrument untuk mengumpulkan data. Oleh karena itu peneliti harus mampu mengendalikan objek yang diteliti dan meningkatkan kemampuan dan menggunakan instrymen untuk mengukur variable yang diteliti.
            Instrumen-instrumen dalam ilmu alam, misalnya meteran, thermometer, timbangan, biasanya telah diakui veliditasnya dan reliabilitasnya (kecuali instrument yang sudah rusak dan palsu). Instrumen-instrumen itu dapat dipercaya validitas dan reliabilitasnya karena sebelum instrument itu digunakan/dikeluarkan dai pabrik telah diuji validitasnya dan reliabilitasnya/ditera.
            Instrument-instrumen dalam ilmu social sudah ada yang baku (standard), karena telat teruji validitasnya dan reliabilitasnya, tetapi banyak juga yang belum baku bahkan belum ada. Untuk itu maka peneliti harus mempu menyusun sendiri instrument pada setiap penelitian dan menguji validitas dan reliabilitasnya. Instrument yang tidak teruji validitas dan reliailitasnya bila diginakan untuk penelitian akan menghasilkan data yang sulit dipercaya kebenarannya.
Instrument yang reliable belum tentu valid. Meteran yang putus dibagian ujungnya, bila digunakan berkali-kali akan menghasilkan data yang sama (reliabel) tetapi selalu tidak valid. Hal ini disebabkan karena instrument (meteran) tersebut rusak. Reliabilitas instrument merupakan syarat untuk pengujian validitas instrument. Oleh karena itu wlaupun instrument yang valid umunya pasti reliable, tetapi pengujian reliabilitas instrument perlu dilakukan.
Pada dasarnya terdapat dua macam instrument, yaitu instrument yang berbentuk tes untuk mengukur prestasi belajar dan instrument yang non tes untuk mengukur sikap. Instrument yang berupa tes jawabannya adalah “salah atau benar”, sedangkan instrument sikap jawabannya tidak ada yang “salah atau benar” tetapi bersifat “positif dan negatif”. Skema tentang instrument yang baik dan cara pengujiannya ditunjukkan pada gambar berikut ini





 

























F. Pengujian Validitas Dan Reliabilitas Instrument
1.Pengujian Validitas Instrumen
a. Pengujian Validitas Konstrak (construct validity)
Dalam hal ini setelah instrument dikonstruksikan tentang aspek-aspek yang akan diukur dengan berlandaskan teori tertentu, maka selanjutnya dikonsultasikan dengan ahli.jumalah tenaga ahli yang digunakan minimal 3 orang. Setelah itu diteruskan dengan uji coba instrumen. Intrumen tersebut dicobakan pada sampel ditunjukan pada populasi diambil. Setelah data ditabulasikan, kemudian dilakukan analisis factor, yaitu dengan mengkorelasikan antar skor item instrument dalam suatu factor, dan mengkorelasikan skor factor dengan skor total.
Bila korelasi tiap factor tersebut positif dan besarnya 0,3 ke atas maka factor tersebut merupakan contruct yang kuat.
b. Pengujian Validitas Isi (Contruct Validity)
Untuk instrumen  yang berbentuk test, pengujian validitas isi dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi instrument dengan materi pelajaran yang telah diajarkan.
Teknis pengujian validitas konstruk dan validitas isi dapat dibantu dengan menggunakan kisi-kisi instrument, atau matrik pengembangan instrument. Untuk menguji validitas buti-butir instrument lebih lanjut, maka setelah dikonsultasikan denga ahli, diujicobakan, dianalisis dengan analisis item dan uji beda
c. Pengujian Validitas Ekternal
Validitas Ekternal instrument diuji dengan cara membandingkan (untuk mencarai kesamaa) anatar criteria yang ada pada instrument dengan fakta-fakta empiris yang terjadi dilapangan.
2. Pengujian Reliabilitas Instrumen
Pengujian Reliabilitas Instrumen dapat dilakukan secara eksternal maupun internal. Secara eksternal pengujian dapat dilakukan dengan test-retest (stability), equivalent, dan gabungan keduanya. Secara internal reliabilitas instrument dapat diuji denganmenganalisis butir-butir yang ada pada instrument dengan teknik tertentu.
a.       Test-retest
Dilakukan dengan cara mencobakan instrumen beberapa kali pada responden. Jadi, dalam hal ini intrumennya sama, respondenya sama, dan waktunya yang berbeda.
b.      Ekuivalen 
Pengujian reliabilitas instrument dengan cara ini cukup dilakukan sekali, tetapi instrumennya dua, pada responden yang sama, waktu sama, intrumen berbeda.
c.       Gabungan
Dilakukan denga cara mencobakan duan instrument yang ekuivalen itu beberapa kali, ke responden yang sama.
d.      Internal consistency
Dilakukan denga cara mencobakan instrumen sekali saja, kemudian yang data diperoleh dianalisis dengan teknik tertentu.

0 komentar:

Posting Komentar

Tulis komentar yang sopan yah..?? ^_^