Iklim Kerja Organisai
|
1.
Otonomi dan fleksibilitas
2.
Menaruh kepercayaan dan terbuka
3.
Simpatik dan member dukungan
4.
Jujur dan menghargai
5.
Kejelasan tujuan
6.
Pekerjaan yang resiko
7.
Pertumbuhan kepribadian
|
1.
Instrument
yang diperlukan untuk mengungkapkan variabel gaya kepemimpinan kepala sekolah
tertentu. Sumber data nya adalah guru dan karyawan. Bentuk angket nya adalah multiple choice.
Contoh
pertanyaan :
1. Apakah
Lepala Sekolah menjelaskan tugas-tugas yang harus dikerjakan guru ?
a. Tidak
pernah
b. Jarang
sekali
c. Sering
d. selalu
Instrument tentang gayakepemimpinan itu
dikembangkan dari teori kepemimpinan situasional. Oleh karena itu gaya
kepemimpinan yang baik, tergantung pada situasinya. Dengan instrument tentang
gaya kepemimpinan kepala sekolah itu, maka akan dapat digunakan untuk mengukur
kualitas gaya kepemimpinan seseorang atau kelompok orang pada lembaga tertentu.
Sebaik apa gaya yang ditampilkan oleh seseorang akan dapat diukur dan diketahui
secara kuantitatif.
Item-item instrument gaya kepemimipinan
itu sifatnya masih umum, untuk lebih spesifiknya maka item-item tersebut perlu
dikaitkan dengan tugas-tugas kepemimpinan sehari-hari. Menilai pemimpin akan
lebih objektif bila sumber datanya menggunakan berbagai kelompok yang terlibat
dengan pekerjaan pimpinan. Untuk itu maka akan objektif bila sumber data nya
adalah :
1. Para
guru
2. Murid/mahasiswa
3. Atasan (bila ada)
4. Yang
bersangkutan (pemimpin menilai dirinya sendiri)
2.
Instrument
yang diperlukan untuk mengungkapkan variabel situasi kepemimpinan dari satu
lembaga. Sumber data nya adalah para pegawai. Bentuk instrumennya adalah
checklist, untuk itu dapat digunakan sebagai pedoman o bservasi, wawancara
maupun sebagai angket.
Contoh
checklist nya :
No
|
Pertanyaan tentang situasi
kepemimpinan
|
S
|
SB
|
SK
|
TA
|
1.
|
Apakah para guru dan karyawan member
dukungan kepada kepala sekolah ?
|
Ket
:
S
: Semuanya ; SB : sebagian besar ; SK : sebagian kecil ; TA : tidak ada
3.
Instrument
untuk mengungkapkan iklim kerja organisasi sekolah. Bentuk instrument ratingscale. Dapat digunakan untuk
pedoman observasi, wawancara, dan sebagai angket . sumber datanya para pegawai
Contoh
ratingscale nya:
No
|
Pertanyaan tentang iklim kerja
organisasi
|
Tingkat persetujuan
|
|||
1.
|
Terdapat fleksibilitas dalam
menggunakan waktu dan sumber-sumber untuk mencapai tujuan sekolah
|
4
|
3
|
2
|
1
|
Ket :
4
berarti sangat setuju = baik sekali
3
berarti setuju =
cukup baik
2 berarti tidak setuju = tidak baik
1
berarti sangat tidak setuju =
sangat tidak baik
Bentuk-bentuk instrument mana yang akan
dipilih tergantung beberapa faktor, diantaranya adalah teknik pengumpulan data
yang akan digunakan. Bila akan menggunakan angket maka bentuk pilihan ganda
lebih komunikatif, tetapi tidak hemat kertas dan instrument menjadi tebal
sehingga responden malas untuk menjawabnya. Bentuk checklist dan ratingscale
dapat digunakan sebagai pedoman observasi maupun wawancara. Kapan ketiga metode
pengumpulan data ini digunakan ?
1. Angket
digunakan bila responden jumlahnya besar dpat membaca dengan baik dan dapat
mengungkapkan hal-hal yang sifat nya rahasia
2. Observasi
digunakan bila objek penelitian bersifat perilaku manusia, proses kerja, gejala alam, responden kecil
3. Wawancara
digunakan bila ingin mengetahui hal-hal dari responden secara lebih mendalam
serta jumlah responden kecil
4. Gabungan
ketiganya digunakan bila ingin mendapatkan data yang lengkap, akurat dan
konsisten.
E.
Validitas dan Reliabilitas Instrumen
Dalam hal ini perlu
dibedakan antara hasil penelitian yang valid dan reliable dengan instrument
yang valid dan reliable. Hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan
antara data yang penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang
terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Kalau
dalam objek berwarna merah, sedangkan data yang terkumpul memberikan data
berwarna putih maka hasil penelitian tidak valid. Selanjutnya hasil penelitian
yang reliable, bila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda. Kalau
dalam objek kemarin berwarna merah, maka sekarang dan besok tetap berwarna
merah.
Instrumen yang valid berarti
alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat
digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Meteran yang digunakan
untuk mengukur panjang dengan teliti, karena meteran memang alat untuk mengukur
panjang. Meteran tersebut menjadi tidak valid jika dihunakan untuk mengukur
beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.
Alat ukur panjang dari karet adalah contoh instrument yang tidak reliable/konsisten.
Dengan menggunakan
instrument yang valid dan reliable dalam pengumpulan data, maka diharapkan
hasil penelitian akan menjadi valid dan reliable. Jadi instrument yang valid
dan reliable merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan hasil penelitian yang
valid dan reliable. Hal ini tidak berarti bahwa dengan menggunakan instrument
yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, otomatis hasil (data)
penelitian menjadi valid dan reliable. Hal in masih akan dipengaruhi oleh
kondisi objek yang diteliti., dan kemampuan orang yang menggunakan instrument
untuk mengumpulkan data. Oleh karena itu peneliti harus mampu mengendalikan
objek yang diteliti dan meningkatkan kemampuan dan menggunakan instrymen untuk
mengukur variable yang diteliti.
Instrumen-instrumen
dalam ilmu alam, misalnya meteran, thermometer, timbangan, biasanya telah
diakui veliditasnya dan reliabilitasnya (kecuali instrument yang sudah rusak
dan palsu). Instrumen-instrumen itu dapat dipercaya validitas dan
reliabilitasnya karena sebelum instrument itu digunakan/dikeluarkan dai pabrik
telah diuji validitasnya dan reliabilitasnya/ditera.
Instrument-instrumen
dalam ilmu social sudah ada yang baku (standard), karena telat teruji
validitasnya dan reliabilitasnya, tetapi banyak juga yang belum baku bahkan
belum ada. Untuk itu maka peneliti harus mempu menyusun sendiri instrument pada
setiap penelitian dan menguji validitas dan reliabilitasnya. Instrument yang
tidak teruji validitas dan reliailitasnya bila diginakan untuk penelitian akan
menghasilkan data yang sulit dipercaya kebenarannya.
Instrument yang
reliable belum tentu valid. Meteran yang putus dibagian ujungnya, bila
digunakan berkali-kali akan menghasilkan data yang sama (reliabel) tetapi
selalu tidak valid. Hal ini disebabkan karena instrument (meteran) tersebut
rusak. Reliabilitas instrument merupakan syarat untuk pengujian validitas
instrument. Oleh karena itu wlaupun instrument yang valid umunya pasti
reliable, tetapi pengujian reliabilitas instrument perlu dilakukan.
Pada dasarnya terdapat
dua macam instrument, yaitu instrument yang berbentuk tes untuk mengukur
prestasi belajar dan instrument yang non tes untuk mengukur sikap. Instrument
yang berupa tes jawabannya adalah “salah atau benar”, sedangkan instrument
sikap jawabannya tidak ada yang “salah atau benar” tetapi bersifat “positif dan
negatif”. Skema tentang instrument yang baik dan cara pengujiannya ditunjukkan
pada gambar berikut ini
![]() |
F.
Pengujian Validitas Dan Reliabilitas Instrument
1.Pengujian
Validitas Instrumen
a.
Pengujian Validitas Konstrak (construct validity)
Dalam
hal ini setelah instrument dikonstruksikan tentang aspek-aspek yang akan diukur
dengan berlandaskan teori tertentu, maka selanjutnya dikonsultasikan dengan
ahli.jumalah tenaga ahli yang digunakan minimal 3 orang. Setelah itu diteruskan
dengan uji coba instrumen. Intrumen tersebut dicobakan pada sampel ditunjukan
pada populasi diambil. Setelah data ditabulasikan, kemudian dilakukan analisis
factor, yaitu dengan mengkorelasikan antar skor item instrument dalam suatu
factor, dan mengkorelasikan skor factor dengan skor total.
Bila
korelasi tiap factor tersebut positif dan besarnya 0,3 ke atas maka factor
tersebut merupakan contruct yang kuat.
b.
Pengujian Validitas Isi (Contruct Validity)
Untuk
instrumen yang berbentuk test, pengujian
validitas isi dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi instrument dengan
materi pelajaran yang telah diajarkan.
Teknis
pengujian validitas konstruk dan validitas isi dapat dibantu dengan menggunakan
kisi-kisi instrument, atau matrik pengembangan instrument. Untuk menguji
validitas buti-butir instrument lebih lanjut, maka setelah dikonsultasikan
denga ahli, diujicobakan, dianalisis dengan analisis item dan uji beda
c.
Pengujian Validitas Ekternal
Validitas
Ekternal instrument diuji dengan cara membandingkan (untuk mencarai kesamaa)
anatar criteria yang ada pada instrument dengan fakta-fakta empiris yang
terjadi dilapangan.
2.
Pengujian Reliabilitas Instrumen
Pengujian
Reliabilitas Instrumen dapat dilakukan secara eksternal maupun internal. Secara
eksternal pengujian dapat dilakukan dengan test-retest (stability), equivalent,
dan gabungan keduanya. Secara internal reliabilitas instrument dapat diuji
denganmenganalisis butir-butir yang ada pada instrument dengan teknik tertentu.
a. Test-retest
Dilakukan dengan cara mencobakan instrumen beberapa
kali pada responden. Jadi, dalam hal ini intrumennya sama, respondenya sama,
dan waktunya yang berbeda.
b. Ekuivalen
Pengujian reliabilitas instrument dengan cara ini
cukup dilakukan sekali, tetapi instrumennya dua, pada responden yang sama,
waktu sama, intrumen berbeda.
c. Gabungan
Dilakukan denga cara mencobakan duan instrument yang
ekuivalen itu beberapa kali, ke responden yang sama.
d. Internal
consistency
Dilakukan denga cara mencobakan instrumen sekali
saja, kemudian yang data diperoleh dianalisis dengan teknik tertentu.









0 komentar:
Posting Komentar
Tulis komentar yang sopan yah..?? ^_^